Showing posts with label info siswa. Show all posts
Showing posts with label info siswa. Show all posts

Friday, March 25, 2016

Laporan Praktikum Kimia Analisa - Analisa Boraks Dalam Produk Makanan Dan Perikanan

Analisa Boraks Dalam Produk Makanan Dan Perikanan


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang 
 
Boraks merupakan Kristal lunak  yang mengandung unsure boron,mudah larut dan berwarna.Boraks merupakan garam natrium Na2B4O7.10H2O yang banyak digunakan dalam industri non pangan,khusus nya industry kertas,gelas ,pengawet kayu  dan keramik,gelas pyrrex yang dikenal  dibuat dengan campuran boraks. Mengkonsumsi  boraks tidak secara langsung berakibat buruk bagi kesehatan,namun sedikit demi sedikit dapat terakumulasi dalam tubuh,sepeti dalam organ hati,otak dan testis boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan namun juga melalui kulit,boraks yang dikomsumsi dalam jumlah sedikit dikeluarkan  dari tubuh melalui urin dan tinja,namun sangat sedikit  dikeluarkan  melalui keringat.boraks juga dapat menggangu kerja enzim-enzim  dan menggangu alat reproduksi pria.selain itu efek dari boraks yaitu merangsang saraf,timbul gejala-gejala pusing,menyebabkan kebodohan/kebingungan,diare,dan muntah –muntah.

Efek farmakologi dan toksisitas  senyawa boron dalam boraks merupakan bakterisida lemah larutan jenuh tidak membunuh staphylococcus aureus oleh karena itu toksisitas  yang lemah sehingga dapat  digunakan sebagai bahan  pengawet pangan,walaupun demikian pemakaian berulang  atau absorpsi berlebihan dapat mengakibatkan toksi( keracunan).

1.2 Tujuan 
     Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mengamati dan mempelajari cirri-ciri dari produk ma kanan dan perikanan yang mengandung boraks.

BAB II
                                                           TINJAUAN PUSTAKA
Boraks merupakan kristal lunak yang yang mengandung unsur boron, mudah larut dan berwarna. Boraks merupakan garam natrium Na2B4O7.10H2O yang banyak digunakan dalam industri non pangan khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal dibuat dari campuran boraks(Susanti, 2003).

Boraks( Na2B407) dengan nama kimia Natrium  tetraborat ,merupakan senyawa  kimia yang membentuk Kristal  dan berwarna putih  dan jika dilarutkan dalam air menjadi natrium hidroksida  serta asam boraks ,senyawa  yang bisa memperbaiki tekstur  makanan, sehingga menghasilkan rupa yang bagus,misalnya bakso,kerupuk bahkan mie basah  yang beredar dipasaran.kerupuk yang mengandung boraks apabila digoreng  akan mengembang dan empuk tekstur nya bagus(Harjadi,1986).

Daging ikan dapat dibentuk kekuatan gel dengan melalui tahapa,yakni lunaknya daging ikan yang sudah ditambahkan garam 2-3% akan merubah protein myofibril menjadi sol.hal ini terjadi karena  adanya reaksi antar protein aktin  dan myiosin membentuk aktinmiosin pada saat ini lumatan daging ikan akan membentuk pasta  dan apabila  dibiarkan  beberapa saat setelah dilakukan pelumutan  maka daging akan dilakukan perlakuan panas  pada suhu  500  akan menjadi pemanasan mencapai 600  (Agustin ,2008).

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
Waktu dan tempat di laksanakan nya praktikum ini adalah tanggal 8,Desember 2012, pukul 08.00 WIB yang bertempat di Laboratorium Ilmu Kelautan Unsyiah

3.2 Alat dan Bahan 
Adapun Alat-alat yang di gunakan pada pratikum kali ini adalah labu ukur,pipet tetes,gelas kimia,sarun tangan latex dan masker. 

Adapun Bahan-bahan yang di gunakan pada pratikum kali ini adalah Boraks, kunyit,metanol, AgNO3 dan aquadest.  

3.3 Cara kerja 
a. Analisa Kualitatif Natrium tetraborat (Boraks),

Uji positif dengan kunyit
  • Dibuatlah  larutan kunyit dengan melarutkan  serbuk kunyit secukupnya kedalam 20 ml air yang akan digunakan sebagai indikator ,masukkan lebih kurang 2 ml air kedalam tabung reaksi  dan tambahkan boraks secukupnya ,kemudian masukkan 1 ml larutan kunyit dan lihat perubahan warna yang terjadi
  • Hasil   Uji positif pereaksi kimia
  • Pada 0,5 ml larutan  sampel tambahkan:
  • Diasam sulfat pekat dan alcohol atau methanol  pada drupelpat,jika dibakar akan memberikan nyala hijau
  • Di perak nitrat, akan terjadi endapan putih dari perak  metaborat pada pemanasan terjadi endapan Ag2O yang berwarna hita
  • Dibarium klorida jenuh,akan terjadi endapan putih barium metaborat


Uji sampel
  • Dimasukkan sampel yang dihancurkan dan diduga berisi boraks kedalam tabung reaksi  dan uji dengan larutan kunyit ,bandingkan perubahan warna  yang terjadi


b.Analisa kuantitatif Natrium tetraborat (boraks)
  • Dimasukkan seksama lebih kurang 500 mg sampel,larutka dalam 50 ml air di tambahkan indikator merah metil,titrasi dengan HCL 0,1 N.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil pengamatan

No
Bahan
Setelah reaksi
1
Air
Boraks
kunyit
Air 2ml + boraks + larutan kunyit
Kuning kecoklatan
2
Kunyit
bakso
Larutan kunyit + potongan2 bakso
Larutan berwarna kuning kecoklatan.
3
Sampel
AgNO3
Sampel+ AgNO3
Membentuk endapan perak.   
4
H2SO4
Alkohol
Boraks
H2SO4+ alkohol + boraks
Nyala warna hijau.
5
H2SO4
Alkohol
sampel
H2SO4+ Akohol + sampel
Mengeluarkan warna hijau.
6
Boraks
Metilret
HCL
Larutan boraks +metiret
Kuning kecoklatan
Larutan kuning kecoklatan di titrasi dengan HCL
Keunguan.

4.2 Pembahasan
Pada percobaan kali ini kami mempraktikumkan tentang analisis natrium tetraborat untuk menguji apakah sampel yang telah kami siapkan mengandung boraks atau tidak. Dan dari hasil pengamatan kami yang telah kami dapatkan pada saat percobaan berlangsung saat percobaan kami menguji suatu sampel dengan menggunakan kunyit, dimana kunyit ini berfungsi untuk menandakan suatu larutan positif atau negatif mengandung boraks. Dari hasil di atas air yang di pakai ± 2 ml yang di tambahkan dengan larutan kunyit yang telah di encerkan, pada saat percobaan berlangsung air yang semula tidak bewarna saat ditambahkan larutan kunyit berubah warna menjadi orange terang. 
Pada saat percobaan berlangsung kami menguji suatu sampel dengan menggunakan 
Bahan yang kami pakai  yaitu serbuk kunyit,methanol ,AgNO3, boraks  dan aquadest disini kami menggunakan  empat macam pengujian sampel pertama yang kami lakukan dengan pengujian uji positif dengan kunyit bahan yang kami pakek pada pengujian ini yaitu serbuk kunyit ,air(aquadest) dan borak. Apabila  suatu sampel yang kita uji mengandung boraks maka ia akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan jika menggunakan serbuk kunyit.
Langkah kedua kami melakukan uji positif dengan menggunakan sampel positif, yaitu larutan kunyit + potongan- potongan bakso menghasilkan warna kecoklatan kesimpulan nya bakso tersebut mengandung boraks.
Langkah ketiga kami melakukan  uji positif dengan pereaksi kimia yaitu uji dengan menggunakan bakso.  sampel + AgNO3 menghasilkan  endapan –endapan perak,kesimpulan nya  bakso tersebut positif mengandung boraks, H2SO4 ditambah alkohol dan ditambah boraks   
Setelah kami amati warna nya nyala hijau.kemudian kami melakukan uji sampel  yaitu H2SO4 ditambah alkohol  dan ditambah sampel lalu di bakar menggunakan bunser hasil nya  mengeluarkan warna nyala warna hijau maka dari itu kami dapat kesimpulan nya positif mengandung boraks .
selanjutnya kami melakukan uji analisa natrium tetraborat( borak),larutan boraks +metilret setelah kami teteskan 1tetes  berubah warna menjadi kuning kecoklatan  kemudian di titrasi dengan HCL sampai berubah warna menjadi ungu, kesimpulan nya mengandung boraks.Jadi bakso yang kami uji megandung boraks.

BAB V
PENUTUP


5.1 Kesimpulan
  • Pengujiaan dengan kunyit atau secara alami tidak lebih akurat
  • Boraks sangat berbahaya bagi tubuh manusia
  • Mengkonsumsi boraks  tidak secara langsung berakibat buruk bagi kesehatan namun sedikit demi sedikit dapat terakumulasi dalam ubuh.
  • Pada pengujian uji positif dengan kunyit positif mengandung boraks
  • Larutan boraks +metiret 1 tetes  berubah warna menjadi kuning kecoklatan, kemudian dititrasi dengan HCL otomtatif mengandung boraks.
  • Sampel+AgNO3 membentuk endapann –endapan perak
  • H2SO4+ Alkohol +boraks menghasilkan warna nyala hijau

      

MANFAAT KOMPUTER DI BIDANG KESEHATAN

Saat ini perkembangan dunia teknologi sangat berkembang pesat terutama dalam dunia IT (Informatic Technology). Perkembangan dunia IT berimbas pada perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Dewasa ini dunia kesehatan modern telah memanfaatkan perkembengan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah USG (Ultra sonografi).

http://www.duniastudents.tk/2016/03/artikel-manfaat-komputer-di-bidang.html


USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekira tahun 1920-an, prinsip kerja gelombang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Dalam hal ini yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultrasonik dalam menghancurkan sel-sel atau jaringan “berbahaya” ini kemudian secara luas diterapkan pula untuk penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulcus pepticum (tukak lambung), elephanthiasis (kaki gajah), dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris (nyeri dada).

Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonik dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal tersebut disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli saraf dari Universitas Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, Freiderich, seorang ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonik melalui tulang tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri dari barisan titik-titik berintensitas rendah. Kemudian George Ludwig, ahli fisika Amerika, menyempurnakan alat temuan Dussik.
Tahun 1949, John Julian Wild, ahli bedah Inggris yang bekerja di Medico Technological Research Institute of Minnesota, berkolaborasi dengan John Reid, seorang teknisi dari National Cancer Institute. Mereka melakukan investigasi terhadap sel-sel kanker dengan alat ultrasonik. Beberapa jenis alat yang dibuat untuk kepentingan investigasi tersebut antara lain B-mode ultrasound, transduser/alat pemindai jenis A-mode transvaginal, dan transrectal. Prinsip alat-alat tersebut mengacu pada sistem radar. Oleh sebab itu mereka kemudian menyebutnya sebagai Tissue Radar Machine (mesin radar untuk deteksi jaringan). Beberapa hasil penelitian lanjutan yang cukup penting dalam bidang obstetri ginekologi antara lain ditemukannya metode penentuan ukuran janin (fetal biometry), teknologi transduser/alat pemindai digital, transduser dua dimensi dan tiga dimensi modern penghasil tampilan gambar jaringan yang lebih fokus, dan penentuan jenis kelamin janin dalam kandungan (Fetal Anatomic Sex Assignment/FASA).
Teknologi transduser digital sekira tahun 1990-an memungkinkan sinyal gelombang ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas. Penemuan komputer pada pertengahan 1990 jelas sangat membantu teknologi ini. Gelombang ultrasonik akan melalui proses sebagai berikut, pertama, gelombang akan diterima transduser. Kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat pada layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah “suara ultra” termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.
Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.
Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis kedokteran (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari cairan.
Sonograf ini menunjukkan citra kepala sebuah janin dalam kandungan.
Ultrasonografi medis digunakan dalam:

• Kardiologi; lihat ekokardiografi
• Endokrinologi
• Gastroenterologi
• Ginaekologi; lihat ultrasonografi gynekologik
• Obstetrik; lihat ultrasonografi obstetrik
• Ophthalmologi; lihat ultrasonografi A-scan, ultrasonografi B-scan
• Urologi
• Intravascular ultrasound
• Contrast enhanced ultrasound

Sumber : http://kaltarabloggers.aimoo.com/Artikel-Paper-Karya-Ilmiah-Makalah-Tugas-Akhir-TA-Skripsi-Tesis/Pentingnya-Penggunaan-Komputer-dalam-Dunia-Kesehatan-1-1389919.htm

Copyright © 2014 Dunia Students